Hal ini bertujuan untuk
menciptakan produksi ASI yang banyak. Dapat diketahui bahwa semakin jarang si
bayi disusui oleh ibunya, maka semakin berkurang produksi ASI oleh sang ibu.
Jika sang ibu pun sibuk
bekerja, jarang bekerja dan takut akan berkurangnya produksi ASI, maka sang ibu
tersebut dapat menggunakan alat khusus yang berfungsi untuk memompa payudara
agar produksi ASI tetap banyak.
Tapi sebisa mungkin
jangan menjadwalkan pemberian ASI, susuilah bayi pada saat dia meminta dan
hentikan hanya setelah dia merasa cukup, sebab :
1. Bayi memiliki lambung
yang kecil dan ASI sangat mudah diserap. Semakin muda umur bayi, semakin cepat
dia merasa lapar kembali. Kapasitas produksi ASI antar ibu juga bervariasi.
Semakin kecil produksi, semakin sering dan lama bayi harus disusui. Hanya bayi
itu sendiri yang tahu kapan saatnya harus menyusu.
2. Kandungan gizi dalam
ASI yang dikeluarkan selama menyusui bervariasi. Kandungan lemak pada
menit-menit awal cukup rendah, lalu meningkat terus sampai menit terakhir. Bila
ibu menghentikan proses menyusui sebelum saatnya, maka bayi akan kekurangan
lemak dan cepat lapar kembali.
3. Bila menyusui
dilakukan secara terjadwal, dalam tiga bulan produksi ASI akan menurun.
Aktivitas menyusui merangsang keluarnya hormon prolaktin yang memproduksi susu.
Semakin sering menyusui, semakin besar prolaktin yang dikeluarkan. Bila ibu
jarang menyusui, maka otomatis tubuhnya juga pelan-pelan akan mengurangi
prolaktin yang bermanfaat dalam produksi ASI.
4. Bayi meminta menyusu
bukan semata-mata karena lapar, namun juga karena kebutuhan emosional untuk
disayangi dan dilindungi.
3. Meminimalisir Tingkat Stres dengan
Breastfeeding Father
Stres sendiri dapat
mengakibatkna produksi ASI berkurang. Ini terjadi karena sang ibu tidak dalam
keadaan rileks, tenang, dan senang.
Faktor psikologispun
menjadi penyebab berkurangnya ASI dan berakibat buruk terhadap sang bayi karena
jumlah ASI yang mereka hisap semakin sedikit.
Peran ayah juga sangat
penting saat ibu menyusui.
Cinta kasih Ayah yang
luar biasa dan kesadarannya mendampingi Ibu dalam menjalani proses pemberian
ASI adalah sebuah bentuk komitmen dalam keluarga yang sangat diperlukan.
Bukan hal yang mudah,
namun Ayah bisa berperan penting dalam proses ini karena dukungan emosionalnya
dapat mempengaruhi produksi ASI serta keputusan Ibu untuk menyusui sang Buah
Hati.
Pemberian ASI secara
eksklusif sejak dini menjadikan tumbuh kembang sang Buah Hati lebih
berkualitas.
Produksi ASI sangat berkaitan
erat dengan kondisi emosional Ibu. Jika Ibu merasa cemas, takut ataupun
khawatir, tentu akan mempengaruhi produksi ASI.
Asupan ASI yang kurang
dapat mengganggu tumbuh kembang Si Kecil. Susu formula dapat diberikan jika ada
indikasi medis tertentu sesuai dengan rekomendasi dokter, namun tetap ASI
adalah sumber nutrisi yang terbaik untuk sang Buah Hati.
Suasana kehangatan dan
kebersamaan yang dibangun dari hubungan Ayah dan Ibu ikut mempengaruhi kualitas
menyusui.
Karena peranan Ayah
sangat penting dalam proses menyusui, jadi Ibu tidak akan sendirian saat
merawat sang Buah Hati.
Proses ini tentu akan
menjadi ritual yang seru dan menyenangkan untuk Ibu, Ayah & sang Buah Hati!
Dukungan emosional,
spiritual, moral dan fisik adalah jenis dukungan yang Ayah perlu berikan untuk
Ibu, peranan Ayah dalam fase ini disebut sebagai ‘Breastfeeding Father’.
Dukungan Breastfeeding Father ini
datang saat Ibu memasuki fase menyusui. Ibu akan merasa lebih nyaman dan
tentram ketika dukungan ini datang, sehingga produksi ASI akan lancar dan
berlimpah.

No comments:
Post a Comment