Saturday, October 10, 2015

Hormon yang mempengaruhi PRODUKSI ASI

Masa masa memberi ASI Eksklusif, kerap kali ibu muda dan ibu karir mengalami penurunan produksi ASI. Banyak yang stress… mereka sangat kuatir tidak bisa memenuhi kebutuhan ASI Eksklusif, apalagi sampai 2 tahun.  Biasanya beberapa cara tradisional yang diajarkan orang tua dilakukan agar ASI kembali lancar, sampai akhirnya ASI lancar bahkan berlimpah.
Susu ibu atau lebih dikenal dengan sebutan ASI sangat penting untuk perkembangan bayi, terutama untuk bayi yang baru lahir. ASI sendiri memiliki banyak kandungan di dalamnya sehingga dapat membuat bayi memperoleh banyak asupan yang sesuai jika dibandingkan dengan meminum susu formula buatan pabrik-pabrik.
Usia bayi yang baik untuk mendapatkan ASI adalah saat mereka berusia 0-6 bulan. Pada usia-usia ini bayi sangat membutuhkan asupan nutrisi yang banyak. Dan air susu yang memiliki banyak kandungan nutrisi adalah ASI. Bagi para ibu sendiri memiliki ASI yang sehat, lancar dan eksklusif pun menjadi impian mereka semua. Akan tetapi banyak dari mereka yang kekurangan  saat menyusui bayi mereka.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi produksi ASI dan produksi ASI di dalam tubuh bergantung terhadap dua hormon yaitu prolaktin dan oksitosin.

Prolaktin sendiri sangat berpengaruh terhadap produksi ASI. Sedangkan untuk hormon oksitosin berpengaruh terhadap proses pengeluaran ASI.
Semakin banyak nutrisi yang masuk ke sang Ibu maka semakin banyak hormon prolaktin, dan semakin banyak pula produksi air susunya. Oleh karena itu banyak yang menghimbau terhadap ibu-ibu yang menyusui untuk selalu memperhatikan makanan yang mereka makan agar makanan tersebut juga bisa menghasilkan nutrisi yang bertujuan untuk memperlancar dalam memproduksi ASI.
Sedangkan Oksitosin sendiri bekerjanya hormon ini tergantung akan sering atau tidak puting susunya dihisap oleh bayi mereka.
Semakin sering dihisap maka akan semakin banyak produksi hormon oksitosin yang berdampak terhadap lancarnya ASI yang keluar. Hormon oksitosin ini sering disebut juga dengan hormon kasih sayang, karena berhubungan dengan susasana hati dan perasaan seorang ibu pada saat mereka meyususi bayinya.


Akan tetapi jika kedua hormon ini tidak bekerja secara lancar maka ada beberapa tips untuk membuat kedua hormon ini bekerja secara optimal tapi sebelum itu ibu harus fahami dahulu penyebabnya.

No comments:

Post a Comment